Dishubkominfo Gelar Peringatan Nuzulul Qur an 1436 H

Masih dalam rangkaian kegiatan bulan Ramadhan 1436 H, bertepatan dengan Hari Jum’at ketiga di bulan Ramadhan, Dishubkominfo menggelar peringatan Nuzulul Qur an yang diselenggarakan di Masjid As Salam, Jum’at (3/7).Hadir pada peringatan tersebut, Kepala Dishubkominfo beserta Ibu, Sekdis, para Kabid, para Kasi, para Kasubag, Fungsional Umum/Khusus, para TKK, Dharma Wanita Persatuan Unit Dishubkominfo, serta para siswa yang sedang menjalani kegiatan Praktek Kerja Industri di Dishubkominfo.

Dalam sambutannya Kepala Dishubkominfo Drs. Maman Sutiman mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan masih merupakan rangkaian kegiatan selama bulan Ramadhan di Dishubkominfo.
Lebih lanjut Kepala Dishubkominfo mengatakan bahwa peristiwa Nuzulul Qur an mengingatkan kita agar kita tidak boleh lepas dari Al Qur an, karena Al Qur an merupakan pedoman hidup kita.
Kepala Dishubkominfo berharap, agar tahun ini puasa kita bertambah, tidak hanya sanggup menahan lapar dan haus saja, tetapi juga dapat melakukan puasa mulut, dari membicarakan hal-hal yang tidak penting dibicarakan, puasa telinga, dari mendengar hal yang tidak perlu didengar. Hal itu dimaksudkan agar kita dapat menjadi orang yang taqwa.
Di akhir sambutannya Kepala Dishubkominfo meminta kepada mubaligh agar mengupas hikmah Nuzulul Qur an.
Sementara itu mubaligh, KH. Abu Mansyur, M.Ag., dari Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka dalam tausiyahnya mengatakan bahwa saat ini kita berpuasa memasuki nisfu tsani, masa pertengahan. Idealnya semakin memasuki hari-hari akhir bulan Ramadhan, maka kita harus semakin nikmat melakukan ibadah puasa.
Menurut Mubaligh, beberapa hikmah dapat kita ambil dari peristiwa Nuzulul Qur an, di antaranya, pertama membaca. Hal ini dapat kita lihat dari ayat Al Qur an yang pertama diturunkan yang artinya membaca.Pengajian_Jumat_03072015a
Dalam hal ini, membaca yang dimaksudkan tidak hanya sekedar membaca Al Qur an yang jelas-jelas berpahala, melainkan juga membaca ayat-ayat qauniyah yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin kita dapat membaca ayat-ayat qauniyah, maka selayaknya kita harus semakin bersyukur.
Yang kedua, tafakur. Artinya kita harus melakukan introspeksi diri. Dimulai dari proses penciptaan kita seperti yang tercantum dalam Al Qur an hingga kita dimatikan. Dengan melakukan tafakur maka akan menumbuhkan sikap tidak sombong terhadap sang Khaliq, dan saling menghormati terhadap sesama.
Yang ketiga, belajar dan belajar. Dalam hal ini yang dimaksudkan utamanya adalah tidak bosan untuk mempelajari Al Qur an, setidaknya minimal hingga mampu membaca Surat Al Fatihah, karena surat tersebut menjadi bacaan wajib dalam shalat, dan yang keempat, berupaya untuk selalu memuji Allah swt., baik dalam suka maupun duka.

Desk Informasi

Sekretariat

Jl.Pangeran Muhammad Km.5 Simpeureum-Cigasong, Majalengka.

Telp/Fax

(0233)-281741.

email

ppid@majalengkakab.go.id

website

http://ppid.majalengkakab.go.id

Pengaduan

Informasi Umum