Mulai Meminta Informasi
Tanggapan Permintaan Informasi
Keberatan Atas Informasi
Selesai
 

Informasi Berkala

Bupati Majalengka

Nama : DR. H. KARNA SOBAHI, M.M.Pd.
Tempat, TanggaL  Lahir : Majalengka, 03 April 1954
Agama : Islam
Alamat Rumah : Jl. KH. Abdul Halim Kel. Majalengka Wetan Kab. Majalengka
Jabatan : Bupati Majalengka
Istri : Dra Hj. DEDEH NURHAYATI,M.Pd
   
 Pendidikan Formal
Nama Sekolah/Perguruan Tinggi Tempat/Kota Tahun Lulus
SD MI PUI Majalengka 1968
SLTP&SLA PGAN (6 Tahun) Talaga 1973
UNINUS (S-1) Bandung 1982
UNINUS (S-2) Bandung 2002
UNINUS (S-3) Bandung 2009
 
Perjalanan Karir
Jabatan Dinas Tahun
Guru PAI SDN Bantarujeg 1976-1983
Guru SPGN Majalengka 1983-1995
Kepala Sekolah SMA PGRI III 1995-1999
Dosen STAI PUI Majalengka 1995-Skrg
KABID DIKMEN DISDIK KAB. Majalengka 2000-2003
Kepala Dinas DISDIK KAB. Majalengka 2003-2008
Ketua STAI PUI Majalengka 2003-2008
Kepala Dinas Dinas Kependudukan Kab. Majalengka 2008
Dosen Fak. Hukum Dan Syariah UIN Bandung 2008
WAKIL BUPATI KABUPATEN MAJALENGKA 2008-2018
BUPATI KABUPATEN MAJALENGKA 2018-Sekarang
 
Organisasi
Jabatan Organisasi Tahun
SEKRETARIS Pelajar Islam Indonesia 1969-1973
ANGGOTA HMI Kab. Majalengka 1973-1980
KETUA KAHMI Kab. Majalengka 2004
WAKIL KETUA PUI Kab. Majalengka 2004-2008
WAKIL KETUA PGRI Kab. Majalengka 2004-2008
WAKIL KETUA ICMI Kab. Majalengka 2007-Sekarang
WAKIL KETUA Paguyuban Pasundan 2007-Sekarang
   

Wakil Bupati Majalengka

Nama : TARSONO D. MARDIANA
Tempat, TanggaL  Lahir : Majalengka, 03 November 1970
Agama : Islam
Alamat Rumah : Jl. Nusantara No. 01 RT. 002 RW. 001 Desa Pasiripis Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka
Jabatan : Wakil Bupati Majalengka
Istri : SITI MULYAWATI
   
 Pendidikan Formal
Nama Sekolah/Perguruan Tinggi Tempat/Kota Tahun Lulus
SDN Bina Karangkeng Kertajati 1984
SMPN Kertajati Kertajati 1987
SMAN Jatiwangi Jatiwangi 1990
 
Perjalanan Karir
Jabatan Dinas Tahun
Staf PT. City Club Garmen 1997-1999
Anggota DPRD Kab. Majalengka 1999-2004
Anggota DPRD Kab. Majalengka 2004-2009
Anggota DPRD Kab. Majalengka 2009-2014
Ketua DPRD Kab. Majalengka 2014-2018
WAKIL BUPATI KABUPATEN MAJALENGKA 2018 - sekarang
 
Organisasi
Jabatan Organisasi Tahun
KORCAM PDI Perjuangan Kec. Kertajati 1997
PAC PDI Perjuangan Kec. Kertajati 1999
Wk. Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Majalengka 2002-2005
Wk. Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Majalengka 2005-2010
Wk. Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Majalengka 2010-2015
Wk. Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Majalengka 2015-2020
Ketua DPC BMI (Banteng Muda Indonesia) Kab. Majalengka 2013-sekarang
Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kab. Majalengka 2015-2020
Pendiri/Penasehat MCC (Majalengka Culture Centre) Kab. Majalengka 2010-sekarang
Penasehat ACC (Aliansi Club & Community) Kab. Majalengka 2016-sekarang
 

VISI

Mewujudkan Tata Kehidupan dan Penghidupan Masyarakat Majalengka yang RELIGIUS, ADIL, HARMONIS dan SEJAHTERA pada tahun 2023    

MISI

  1. Mewujudkan Perilaku kehidupan masyarakat beragama sebagai tradisi budaya.
  2. Mewujudkan Keadilan Fungsional dengan memerankan seluruh masyarakat sesuai dengan sumber daya yang dimiliki masing-masing dalam pembangunan.
  3. Mewujudkan Keadilan Teritorial dengan membangun jejaring pembangunan antar wilayah sesuai dengan potensi wilayah.
  4. Mewujudkan Pemerataan hasil-hasil Pembangunan sesuai dengan peran.
  5. Mewujudkan suasana dialogis dalam merumuskan kebijakan Pemerintah dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan berdasarkan etika dan norma.
  6. Mewujudkan suasana kondusif dalam Masyarakat.
  7. Mewujudkan Keluarga Bahagia.
  1. Mewujudkan Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat yang Gratis, Berkualitas dan Tuntas.
  2. Mewujudkan hasil-hasil Pembangunan diatas rata-rata Jawa Barat, dengan mensinergikan sumber daya lokal dan investasi dari luar.
  3. Mewujudkan Pertumbuhan Pembangunan yang Berkelanjutan.

LAMBANG DAERAH

  Bentuk Lambang Daerah berupa sebuah Perisai bersudut lima bersisi hijau muda, dasar hijau muda yang di tengah-tengahnya terdapat lukisan yang terdiri dari 9 (sembilan) macam wujud benda yaitu : 1. Batang tanpa dahan berwarna hitam putih. 2. Selendang berwarna biru muda bersisi putih bertuliskan Sindangkasih Sugih Mukti warna putih. 3. Air/sungai berwarna puti dan biru muda. 4. Bangunan 3 (tiga) suhunan berwarna kuning tua bergaris sisi hitam dan putih sejajar ੦ Gunung berwarna biru ੦ Padi berwarna kuning bergaris sisi hitam ੦ Kapas berwarna putih kuning bergaris sisi hitam 5. Kompas/mata angin berwarna hitam kuning. 6. Pita merah putih yang mengelilingi 9 (sembilan) wujud benda.   Ukuran Lambang Daerah yang berupa sebuah perisai tersebut pada point 1 di atas adalah 2 (dua) berbanding 3 (tiga). Lambang Daerah mengandung makna sebagai berikut : 1. PERISAi, Melambangkan perjuangan dalam menempuh gelombang hidup dan kehidupan dengan ranjau-ranjau bahaya dan aneka pertempuran lahir batin. 2. BERSUDUT LIMA, Melambangkan Dasar Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila. 3. DASAR HIJAU MUDA, Melambangkan kemakmuran dan kebahagiaan. 4. BANTANG tanpa   dahan, tanpa  ranting,  tanpa  daun, tanpa pucuk, tegak  lurus tunggal, muncul dari  sudut  bawah perisai menjulang ke  atas  sampai ke  bawah puncak gunung, melambangkan pohon maja sebagai pohon pangkal dan asal permulaannya, yang dilambangkan dengan warna hitam dan putih berseling-seling. 5. SELENDANG dengan warna biru tua adalah suatu pelengkap pakaian wanita: melambangkan kepada masa kebesaran Ratu Nyi Rambut Kasih. 6. AIR/SUNGAI, Melambangkan  watak  jiwa  manusia  yang  tidak  pernah putus  asa,  warnanya biru muda  sebagai tanda  kesetiaan, berseling   putih   sebagai ciri kesucian 7. BANGUNAN  BERJUMLAH  (TIGA)  SUHUNAN, Melambangkan  3 (tiga)  kebutuhan  pokok hidup manusia dalam wujud benda yaitu sandang, pangan dan papan, warnanya kuning tua melambangkan kematangan jiwa. 8. GUNUNG, Sebagai lambang keagungan dengan warna biru tua perlambang keteguhan. 9. PADI, Melambangkan kemakmuran dan kejayaan daerah, warnanya kuning tua mengandung palsafah kematangan jiwa. 10. KAPAS, Melambangkan  kemakmuran  dan kejayaan  daerah,  warnanya  putih  bersih  dengan tangkai/kelopak kuning tua melambangkan pengabdian yang tulus disertai kematangan jiwa. 11. KOMPAS, disebut  juga  pedoman  melambangkan  manusia hidup harus memiliki  ketentuan  arah dan tujuan, arah yang tidak menyesatkan warnanya kuning tua menunjukkan kematangan jiwa. 12. PITA PUTIH, Melambangkan kepribadian Bangsa Indonesia.  

DEMOGRAFI

GEOGRAPHICS

Visi  yang diusung rakyat Majalengka bukan hanya sekedar slogan, namun berakar dari cita-cita yang luhur yang lahir dari latar belakang agama, budaya, sosial kemasyarakatan dan kondisi obyektif Kabupaten Majalengka yang telah di anugrahi berbagai potensi yang sangat prospektif baik dari segi wilayah, kondisi sumber daya alam serta sumber daya manusia yang senantisa terus digali dan di kembangkan untuk satu tujuan yang tercermin dalam bingkai visi menjadi Majalengka yang Relegius Maju dan Sejahterah. Kondisi Geografis Majalengka terbagi dalam 3 zona daerah yaitu : daerahpegunungan dengan  ketinggian 500-857 m di atas permukaan laut dengan luas 482,02 Km² atau 40,03 % dari seluruh luas wilayah Kabupaten Majalengka; daerah bergelombang/berbukit dengan ketinggian 50-500 m diatas permukaan laut dengan luas 376,53 Km² atau 31,27 % dari seluruh luas wilayah Kabupaten Majalengka dan daerah daratan rendah dengan ketinggian 19-50 m diatas permukaan laut dengan luas 345,69 Km² atau 28,70 % dari seluruh luas wilayah Kabupaten Majalengka. Kondisi ini memungkinkan tumbuh suburnya potensi sumber daya alam yang melimpah seperti sayuran, buah buahan, pangan juga sektor pariwisata. Daerah dataran rendah yang rata ditunjang dengan posisi  yang sangat strategissebagai wilayah penghubung 4 Kabupaten yakni Sumedang, Indramayu, Cirebon dan Kuningan, sangat cocok dikembangkan menjadi kota bisnis dan industri, sehingga tidak heran kalau Pemerintah Propinsi Jawa Barat melirik Majalengka sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur untuk menompang percepatan pembangunan termasuk mega proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat yang akan dibangun di kecamatan Kertajati, serta sentra untuk relokasi berbagai industri dan konsep pengembangan Kertajati Aero City yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas seperti pemunkiman, universitas, rumah sakit, pusat perbelanjaan, bussines center, resort, sarana hiburan dan rekreasi. Kondisi obyektif ini akan mendongkrak percepatan pembangunan secara signifikan, sehingga Majalengka dituntut berbenah diri untuk menselaraskan dan mensinergikan dengan percepatan pembangunan tersebut secara lebih komperhenship meliputi pembangunan SDM, Infrastruktur, ekonomi kerakyatan berbasis Agribisnis serta industri kecil dan menengah dan berbagai bidang lainnya termasuk bidang pemerintahan untuk terciptanya sistem birokrasi yang baik, profesional, bersih dan akuntabel sehingga dapat meningkatkan pelayanan umum berdasarkan standard pelayanan minimal sebagai salah satu misi untuk meraih kepercayaan publik sehingga pemerintah dengan rakyat seiring dan berjalan untuk bersama-sama mewujudkan visi Kabupaten Majalengka yang Relegius Maju dan Sejahtera.  

CITY AREA DEVELOPPMENT

Salah satu start mengibangi dinamikapercepatan pembangunan tersebut adalah penataan wilayah perkotaan. Penbangunan perkotaan yang juga merupakan konsep sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan stratifikasi ekonami yang heterogen atau sebagai suatu tempat pertemuan yang berorientasi ke luar serta membentuk Brand Image dalam meraih dukungan investasi dalam jangka panjang. Salah satu pembangunan dalam penataan kota adalah Pembangunan Gerbang Batas Kota Majalengka yang merupakan zona entry utama dari sebelah barat. Penempatan Gerbang Batas Kota di bangun di sebelah barat Kota Majalengka, berbatasan dengan kecamatan panyingkiran, dengan kebutuhan lahan seluas ± 200 m² (pada jalur kanan dan kiri) tidak termasuk trotoar jalan. Lepas dari zona entry segera akan disuguhkan Taman Kota yang sangat menarik dimana Bunderan Munjul sedang di tata dan dikembangkan menjadi 4 zona berupa pertanaman yang sangat ekslusif dan visioner yang unik dari desain taman kota ini adalah akan ditempatkanya Pesawat Terbang di Zona 3 yakni Taman Dirgantara sebagai simborl Bandara Internasional Jawa Barat yang akan dibangun di Kabupaten Majalengka.   Untuk mendukung akses ke kota saat ini telah dilakukan pelebaran jalan utama yakni Jl. K.H Abdul Halim. Tahap pertama yang terdiri dari 2 ruas jalan, saat ini telah selesai dibangun dan sisianya sepanjang 1,7 Km akan dibangun tahun 2011 mendatang. Untuk memperluas daya dukung aksesibilitas lalu lintas kota selain pelebaran jalan KH. Abdul Halim akan dibangun jalan lingkar Majalengka yang terdiri dari lingkar Utara sepanjang 6,8 Km yang dimulai dari Panyingkiran-Jatipamor-Cijati-Cikasarung-Leuwikidang dan berakhir di Baribis. Akses ke jantung Kota Majalengka dari wilayah terkecilpun kini tengah dibangun, jalan tembus Lemahsugih-Majalengka yang menghubungkan daerah paling selatan Majalengka ke jantung dimana jalur yang biasanya harus ditempuh sejauh 86 Km akan bisa di persingkat melalui jalan tembus yang hanya sepanjang 27 Km. Pembangunan jalan tembus ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan di wilayah selatan Majalengka. Di jantung kota, pusat pemerintahanpun akan dibenahi dan direlokasikan serta akan dibuat bangunan baru yang memanfaatkan Eks Mapolres Majalengka yang kini telah dipindahkan ke ujung sebelah timur kota yakni di Kec. Cigasong. Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan ini rencananya akan dibangun dengan arsitektur modren dengan tetap manampakan corak etnik sebagai ciri dan identitas Majalengka. Kedepan titik-titik pusat perbelanjaan dan pusat keramaian kota akan segera dibangun, hal ini tentu saja tidak akan terwujud tanpa daya dukung investasi yang memadai, untuk itu Kabupaten Majalengka membuka seluas-luasnya peluang bagi para investor yang hendak menginvestasikan modalnya di Majalengka. Prospek investasi di Majalengka kini mempunyai bargaining position tersendiri sebab daya dukung pembangunan Jawa Barat yang sebagian akan di pusatkan di Majalengka seperti akses jalan tol, Bandara Internasional dan Aero City serta relokasi Industri terutama Industri Tekstil akan membuat Kota Majalengka menjadi kota investasi yang sangat prospektif, 5 tahun kedepan Kota Majalengka akan berubah menjadi kota yang banyak dikunjungi oleh para pelaku bisnis baik lokal, regional maupun manca negara, hal ini akan berimbas positif bagi sektor pariwisata , oleh karena itu konsep pembangunan kepariwisataan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rencana pembangunan jangka panjang kabupaten majalengka.

DEMOGRAFI

GEOGRAPHICS

Visi  yang diusung rakyat Majalengka bukan hanya sekedar slogan, namun berakar dari cita-cita yang luhur yang lahir dari latar belakang agama, budaya, sosial kemasyarakatan dan kondisi obyektif Kabupaten Majalengka yang telah di anugrahi berbagai potensi yang sangat prospektif baik dari segi wilayah, kondisi sumber daya alam serta sumber daya manusia yang senantisa terus digali dan di kembangkan untuk satu tujuan yang tercermin dalam bingkai visi menjadi Majalengka yang Relegius Maju dan Sejahterah. Kondisi Geografis Majalengka terbagi dalam 3 zona daerah yaitu : daerahpegunungan dengan  ketinggian 500-857 m di atas permukaan laut dengan luas 482,02 Km² atau 40,03 % dari seluruh luas wilayah Kabupaten Majalengka; daerah bergelombang/berbukit dengan ketinggian 50-500 m diatas permukaan laut dengan luas 376,53 Km² atau 31,27 % dari seluruh luas wilayah Kabupaten Majalengka dan daerah daratan rendah dengan ketinggian 19-50 m diatas permukaan laut dengan luas 345,69 Km² atau 28,70 % dari seluruh luas wilayah Kabupaten Majalengka. Kondisi ini memungkinkan tumbuh suburnya potensi sumber daya alam yang melimpah seperti sayuran, buah buahan, pangan juga sektor pariwisata. Daerah dataran rendah yang rata ditunjang dengan posisi  yang sangat strategissebagai wilayah penghubung 4 Kabupaten yakni Sumedang, Indramayu, Cirebon dan Kuningan, sangat cocok dikembangkan menjadi kota bisnis dan industri, sehingga tidak heran kalau Pemerintah Propinsi Jawa Barat melirik Majalengka sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur untuk menompang percepatan pembangunan termasuk mega proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat yang akan dibangun di kecamatan Kertajati, serta sentra untuk relokasi berbagai industri dan konsep pengembangan Kertajati Aero City yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas seperti pemunkiman, universitas, rumah sakit, pusat perbelanjaan, bussines centerresort, sarana hiburan dan rekreasi. Kondisi obyektif ini akan mendongkrak percepatan pembangunan secara signifikan, sehingga Majalengka dituntut berbenah diri untuk menselaraskan dan mensinergikan dengan percepatan pembangunan tersebut secara lebih komperhenship meliputi pembangunan SDM, Infrastruktur, ekonomi kerakyatan berbasis Agribisnis serta industri kecil dan menengah dan berbagai bidang lainnya termasuk bidang pemerintahan untuk terciptanya sistem birokrasi yang baik, profesional, bersih dan akuntabel sehingga dapat meningkatkan pelayanan umum berdasarkan standard pelayanan minimal sebagai salah satu misi untuk meraih kepercayaan publik sehingga pemerintah dengan rakyat seiring dan berjalan untuk bersama-sama mewujudkan visi Kabupaten Majalengka yang Relegius Maju dan Sejahtera.  

CITY AREA DEVELOPPMENT

Salah satu start mengibangi dinamikapercepatan pembangunan tersebut adalah penataan wilayah perkotaan. Penbangunan perkotaan yang juga merupakan konsep sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan stratifikasi ekonami yang heterogen atau sebagai suatu tempat pertemuan yang berorientasi ke luar serta membentuk Brand Image dalam meraih dukungan investasi dalam jangka panjang. Salah satu pembangunan dalam penataan kota adalah Pembangunan Gerbang Batas Kota Majalengka yang merupakan zona entry utama dari sebelah barat. Penempatan Gerbang Batas Kota di bangun di sebelah barat Kota Majalengka, berbatasan dengan kecamatan panyingkiran, dengan kebutuhan lahan seluas ± 200 m² (pada jalur kanan dan kiri) tidak termasuk trotoar jalan. Lepas dari zona entry segera akan disuguhkan Taman Kota yang sangat menarik dimana Bunderan Munjul sedang di tata dan dikembangkan menjadi 4 zona berupa pertanaman yang sangat ekslusif dan visioner yang unik dari desain taman kota ini adalah akan ditempatkanya Pesawat Terbang di Zona 3 yakni Taman Dirgantara sebagai simborl Bandara Internasional Jawa Barat yang akan dibangun di Kabupaten Majalengka.   Untuk mendukung akses ke kota saat ini telah dilakukan pelebaran jalan utama yakni Jl. K.H Abdul Halim. Tahap pertama yang terdiri dari 2 ruas jalan, saat ini telah selesai dibangun dan sisianya sepanjang 1,7 Km akan dibangun tahun 2011 mendatang. Untuk memperluas daya dukung aksesibilitas lalu lintas kota selain pelebaran jalan KH. Abdul Halim akan dibangun jalan lingkar Majalengka yang terdiri dari lingkar Utara sepanjang 6,8 Km yang dimulai dari Panyingkiran-Jatipamor-Cijati-Cikasarung-Leuwikidang dan berakhir di Baribis. Akses ke jantung Kota Majalengka dari wilayah terkecilpun kini tengah dibangun, jalan tembus Lemahsugih-Majalengka yang menghubungkan daerah paling selatan Majalengka ke jantung dimana jalur yang biasanya harus ditempuh sejauh 86 Km akan bisa di persingkat melalui jalan tembus yang hanya sepanjang 27 Km. Pembangunan jalan tembus ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan di wilayah selatan Majalengka. Di jantung kota, pusat pemerintahanpun akan dibenahi dan direlokasikan serta akan dibuat bangunan baru yang memanfaatkan Eks Mapolres Majalengka yang kini telah dipindahkan ke ujung sebelah timur kota yakni di Kec. Cigasong. Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan ini rencananya akan dibangun dengan arsitektur modren dengan tetap manampakan corak etnik sebagai ciri dan identitas Majalengka. Kedepan titik-titik pusat perbelanjaan dan pusat keramaian kota akan segera dibangun, hal ini tentu saja tidak akan terwujud tanpa daya dukung investasi yang memadai, untuk itu Kabupaten Majalengka membuka seluas-luasnya peluang bagi para investor yang hendak menginvestasikan modalnya di Majalengka. Prospek investasi di Majalengka kini mempunyai bargaining position tersendiri sebab daya dukung pembangunan Jawa Barat yang sebagian akan di pusatkan di Majalengka seperti akses jalan tol, Bandara Internasional dan Aero City serta relokasi Industri terutama Industri Tekstil akan membuat Kota Majalengka menjadi kota investasi yang sangat prospektif, 5 tahun kedepan Kota Majalengka akan berubah menjadi kota yang banyak dikunjungi oleh para pelaku bisnis baik lokal, regional maupun manca negara, hal ini akan berimbas positif bagi sektor pariwisata , oleh karena itu konsep pembangunan kepariwisataan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rencana pembangunan jangka panjang kabupaten majalengka.

Jalan Pangeran Muhammad Km.5 Simpeureum - Cigasong Majalengka

Laporkan ke pimpinan badan publik masing-masing