ppid.majalengkakab.go.id
wants to play speech

“Selamat Datang di Portal Resmi PPID Kabupaten Majalengka”

Penggunaan Cookies & Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies. Cookies meningkatkan pengalaman Anda dan membantu kami menyempurnakan website ini. Dengan mengakses situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Perlindungan Data Pribadi kami.

Baca Kebijakan Privasi →
Lewati ke konten utama
PPID Kabupaten Majalengka
Beranda
Profil
Visi & Misi SK Pembentukan Tugas & Wewenang Struktur Organisasi
Informasi Publik
Berkala Serta Merta Setiap Saat Daftar Informasi Publik Informasi Dikecualikan Standar Layanan Regulasi
Berita & Informasi
Berita PPID Kabar Majalengka Pengaduan FAQ Kontak
Jaga Inflasi, Pj Bupati Dedi Supandi Minta Penyuluh Pertanian Awasi Petani Bawang Background Header

Jaga Inflasi, Pj Bupati Dedi Supandi Minta Penyuluh Pertanian Awasi Petani Bawang

Rilis Berita dan Informasi Publik Resmi PPID Kabupaten Majalengka.

13 Desember 2024 Admin PPID

Jaga Inflasi, Pj Bupati Dedi Supandi Minta Penyuluh Pertanian Awasi Petani Bawang

Jaga Inflasi, Pj Bupati Dedi Supandi Minta Penyuluh Pertanian Awasi Petani Bawang

MAJALENGKAKAB.GO.ID - Pemkab Majalengka telah menjalin kesepakatan dengan petani bawang, khususnya partai besar, untuk menjual minimal 20% hasil panennya di Kabupaten Majalengka.

Kebijakan itu merupakan upaya untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi di Kabupaten Majalengka, karena bawang merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi.

Untuk itu, Pj Bupati Majalengka, Dedi Supandi, kini meminta para penyuluh pertanian untuk mengawasi petani bawang.

Dikutip dari tribunjabar.id, Langkah semacam itu diambil, karena Kabupaten Majalengka yang merupakan daerah penghasil bawang hingga kini belum memiliki pasar induk.

Selama ini hasil panen langsung dijual ke pasar induk di daerah sekitar kemudian dijual kembali di Kabupaten Majalengka yang menyebabkan harganya lebih mahal.

Maka dari itu, 20% dari hasil panen harus dijual langsung di Majalengka agar harga bawang di pasaran lebih terjangkau, sebab tidak perlu ke pasar induk terlebih dulu.

Pj Bupati menyampaikan, para penyuluh pertanian diharapkan mampu mendorong para petani yang menggarap lahan di ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) untuk menanam bawang putih.

Pasalnya, hingga kini Indonesia harus mengimpor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan di Majalengka terdapat wilayah potensial untuk menanam bawang putih.

Bahkan, pemerintah pusat telah menyiapkan bantuan subsidi pertanian sebesar Rp 70 juta per hektare bagi para petani yang menanam bawang putih untuk meningkatkan produksi dalam negeri.

Menu Aksesibilitas

PDF
Pembaca PDF Resmi PPID